Ada beberapa kisah yang terlalu sayang untuk dilupakan. Berikut ini, saya tulis salah satu kisah yang begitu terkenang selama aku mengikuti kegiatan Pramuka. Insyaallah, perlahan akan aku edit agar cerita dibawah menjadi lebih menarik.

Selamat membaca….

(Jumat – Minggu, 04 – 06 Januari 2013 @SMKN 01 Tuban)

Day 1, Jumat 04 Januari 2013

Regu garuda, bougenvile dan kamboja dari MTs mambaul ulum. Memasuki sekolahan yang dulu kami juga kesini di KPT 3 2012, di SMKN 1 tuban. Lalu menurunkan semua peralatan dari tas pribadi hingga bamboo tenda. Bersama 3 regu masuk ke buper mendendangkan lagu sisi permisi dari malang yang saya dapat dari PERGAMA VII dulu. Saat itu belum foto. Lalu ada panggilan semua pinru berkumpul di panggung pensi. Dari sini ada pengundian nomer urut yel-yel dan parade. Saya mendapat nomer 08. Alhamdulillah tidak terlalu ke depan juga tak terlalu belakang. Dari sini juga saya selalu melihat pinru smpn 3, kok sepertinya kenal di kpt tahun lalu. Dan saya tidak berani sekedar menyapa karna belum pasty. Lalu saya kembali ke tempat tenda saya. Paling dekat dari gerbang utama. Ada banyak perubahan disini. Mulai dari letak masing-masing yang bergeser ke timur dari tahun lalu, ada kantinya, letak tenda panitia yang menilai menhadap ke selatan ( dulu utara ), tidak ada air kran dan banner foto kpt kemarin. Tapi di banner panggung pensi ada foto anak-anak yang membawa piala, dari ketua kobra dulu (rully), peserta terbaik putra yang cucok dll. Pendirian agak berlangsung lama juga. Dan akhirnya saya tau bahwa pinru yang saya maksud tadi adalah faisal yang dulu dia berada di belakang. Lalu kami berjalan ke tenda putri yang juga di paling pojok. Makan dulu dan ada peringatan siapa yang belum foto. Setelah agak tergesa-gesa kami berfoto deh. Dan seluruh regu berkumpul bersiap menuju aula untuk mengikuti kegiatan non lomba : wawasan kebangsaan. Kami foto dulu dan baru menyusul ketika yang depan sudah berjalan. Dari sini sudah muncul bibit-bibit kekompakan diantara kami. Dan kami masuk duduk di paling belakang. Hampir aula ini penuh. Wah banyak juga. Ada tugas yaitu harus mencatat hasil materi yang disampaikan tadi. Cepat-cepat saya menulis di tenda dan menyuruh yang lain yang tulisanya bagus untuk di serahkan ke panitia nanty. Lalu kami bersiap untuk sholat jumat di masjid dekat buper yang katanya masjidnya orang muhammadiyah persis kpt tahun lalu. Agak berdesakan dan selesai kami kembali tetap dalam barisan.

Saya memperingatkan ke teman-teman bahwa upacara pembukaan mulai jam 02.00. maka dari itu sepulang dari sholat jum’at di masjid kami langsung tancap gas untuk membuka bekal dari rumah untuk dimakan lalu ganti baju pramuka lengkap. Untunglah tenda kami di bawah pohon ya adem. Belakang tenda adalah lap.basket yang di pagari kawat. Agak bisa bersantai disitu. Lalu ada peringatan dari panitia bahwa upacara akan segera dimulai. Kami semua yang sudah siap berjalan beriringan ke lap.utama dan saat upacara berlangsung saat itu mendung. Saya melihat piala-piala itu. Mengingat kpt tahun lalu regu saya gagal, hanya mendapat posisi ke 4. Sedangkan regu bougenvile mendapat juara 3, peserta terbaik putri (dewi Fatimah,pinru) dan putri kpt ( wulan,pinru kamboja sekarang ). Ada rasa ingin bangkit dari saya dan kawan-kawan dari pengalaman dulu.

Setelah di bariskan yang putra menghadap ke barat dan putri timur. Lomba pertama di mulai, yaitu yel-yel. Regu beruang dari mtsn tuban pertama. Dari penampilan mereka saya sempat bimbang. Kami latihan sudah jauh-jauh hari namun tidak sepenuhnya serius. Apalagi parade tongkat yang 80% saya yang membuat dan mengarang baru jadi tepat sebelum berangkat. Yey-yel hanya berdurasi max. 3 menit. Dan yang saya khawatirkan adalah hilangnya kekompakan. Tapi dengan niat 100% siap kami harus siap!.

Dari penampilan nomer 3 itu kehujanan, dan akhirnya di pindah di aula. Walaupun menjadi lebih sempit namun suaranya lebih menggema dan lagipula di luar juga semakin deras. Saya duduk agak di belakang tepat berjejer dengan pinru regu flamboyant bernama dewi. Ya saya beranikan untuk sekedar menyapa agar tidak kaku, lagian dia juga cantik hehehe. Beberapa temanku ada yang melihat dengan tatapan aneh, ya maklum karena jika regu belakang dewi itu mau maju dia bergeser hinggan tepat sangat dekat disamping kanan saya, hahaha. Saya melihat penampilan-penampilan yang mengagumkan dan kreatif. Dan tibalah giliran kami!. Muna member aba-aba untuk berdiri (every body mangap hap-hap dst) Kami maju dengan lagu sisi permisi yang sangat menggema. Dari titik ini saya yakin kami akan kompak dan serius. Laporan, tututu (kpt dulu ova,sekarang roif) yang disambut tepuk tangan meriah saat berseru “huha huha yes” dan membentuk barisan zig-zag. Alimin berseru “mambaul ulum!” disambut “we we are we we are..” yang terus kami gunakan di lain waktu seperti saat PP,pioneering,membuat tandu dll. Tiba saatnya fida dan alfi terjun dari atas kami dengan sangat sempurna namun suara saya mulai habis hehe. Dan kami kembali di sambut tepuk tangan lagi yang membuat saya tak pesimis lagi. Ternyata kami mampu kompak di saat butuh. Perasaan lega kami terobati terlebih sang pembawa acara cwe berkata ketika kami selesai “yeee keren ya walaupun cowo tapi tetep keren”. Yang lain bergiliran menampilkan kreasi masing-masing dan kami keluar untuk sholat karna sudah jam 17.00 ke mushola. Saya sempatkan untuk mandi. Setelah selesai sholat kami kembali untuk melihat penampilan yang lainya. Sudah sepi namun masih ada penampilan terakhir dari regu flamboyant tadi, ternyata dia terakhir. Sesudah mereka selesai tepat regunya wulan (kamboja) masuk. Wah kami 3 regu saat itu menguasai aula! Berbagai seruan khas kami membuat panitia terkagum-kagum melihat kekompakan kami semua. Bahkan kak Dimas (panitia favorit kami, yang terkenal dengan “ziky”nya) ikut bersuara. Lalu kami keluar beriringan dan kompak.

Kami tiba di tenda melihat semua barang-barang kami basah akibat hujan yang baru saja reda. Waktu itu hari sudah gelap dan panitia mengumumkan bahwa bagi yang tendanya basah alias tidak bisa di gunakan bermalam maka di persilahkan menginap di kelas. Waktu itu hanya ada saya,fida,dika dan alimin yang menjaga tas kami di tenda yang airnya semakin mengkhawatirkan. Kami terus di dalam menjaga tas teman kami apalagi saya membawa hp-nya muna yang ia titipkan tadi. Saat itu dalam tenda kami gelap hanya ada cahaya dari hp masing-masing. Akhirnya saya mengajak fida mencari kelas yang cocok untuk menaruh tas tas ini. Setelah ketemu kami memindahkan barang-barang ke kelas, bersama dengan teman kami dari MTs. Nurul iman montong. Ya dari kec.montong ada mts mu,mts tbb jetak dan mts ni montong. Mts  hidayatul ummah bringin dan mts miftahul huda pucangan tidak jadi ikut. Saya berjalan ke tenda panitia untuk menyerahkan kertas berisi materi tadi pagi. Dan kembali sembari persiapan untuk MALAM BRAWIJAYA yang tidak sesuai dengan rencana akibat hujan. Kami telat lagi dan agak tergesa-gesa menuju aula lagi. Yang saat itu juga hujan. Namun bayu memanggil untuk makan terlebih dahulu. Saat makan inilah fikiranku agak was-was mengingat acara ini adalah mencari teman baru (hoby favorit saya). Setelah saya makan sedikit agar maaghku tidak kambuh saya langsung masuk ke aula. Namun belum di beri kertas kenalan. Setelah regu bougenvile yang tadi juga ikut makan masuk dan duduk di depan kami baru kertas dibagikan. Kami berada di belakang sebelah kiri namun tidak terlalu mojok. Waktu itu kami di putarkan film “10 november”. Sambil menonton kami yang ada di aula saling berkenalan. Langsung saya menggunakan jurus “nekat”. Saya langsung menyodorkan kertas saya yang masing kosong ke cwe tepat di pinggir kiri saya dari SMPN 4 bernama ana fitrisnaini. Lalu semua anggota regunya yang juga berada di kiri saya juga saya ajak berkenalan. Ada lestari (my heart muna), nisa’ (pinru mawar),dita (belakangku) dll. Juga berkenalan dengan vera (menjadi adekq cyank) dan jamila agustin dari SMPN 2. Dari mts nurul iman cwe ada wulandari,meilani dll. Dan yang paling saya terkejut adalah dapat nomernya dewi si cantik itu hahaha. Ah kpt tahun ini sangatlah indah dan asyik, andai dulu juga ada acara perkenalan seperti ini saya pasty sangat bahagia. Di pergama dan KPT 4 ini saya saya tidak sekedar mendapat nama, tapi juga nomer hp! Alangkah senangnya. Entah mengapa saya sangat suka berkenalan dengan orang yang baru saya lihat terutama cwe. Tapi saya akan kecewa jika perkanalan ini tidak berlanjut. Dan dari nomer hp yang saya miliki ini saya tetap bisa menghubungi mereka agar bisa jadi sahabat.

Wah kertas ku penuh juga. Dari sini saya lihat nomer cwo yang saya dapat hanya 2 yaitu faisal dari smpn 3 dan hardianto dari mts ni. Wah dalam fase ini secara tidak sengaja seperti “saling jodoh-menjodohkan” ada lestary yang melirik-lirik muna, fida yang di incar banyak cwe tapi saya malah asyik bercanda dengan dita,wulan,erida dan vera. Lalu kami semua kembali setelah filmnya selesai dengan membawa tugas merangkum isi dari film tersebut. Ah saya punya kasetnya dirumah jadi waktu pemutaran saya hanya sibuk berkenalan saja. Lagi pula saya juga hafal isi filmnya jadi setelah saya tiba di dalam kelas saya langsung menulis tugas ini dan di salin oleh yang lain lagi intuk di serahkan besok. Setelah selesai sholat isya’ saya mencoba sms nomer-nomer tadi namun hanya beberapa yang membalas. Setelah cukup kenyang saya langsung memperingatkan pada yang lain untuk tidur karena besok adalah “hari full lomba” yang akan menguras tenaga, dan saya ingin mereka bangun pagi agar tidak telat mandi dan sarapan. Sambil mengecaz hp saya beranjak ke meja yang sudah di tata untuk bobok. Good night!

Day 2, Sabtu 05 Januari 2013

Semalaman ada kejadia agak lucu dan aneh yaitu meja yang saya pakai alas tidur selalu ingin roboh jika saya membuka mata, ternyata hal ini di lihat oleh alimin dan teman kami dari mts nurul iman yang tidak bisa tidur semalaman. Kontan saja saja di ketawakan. Entah mengapa tapi hal ini terjadi berkali-kali. Waktu itu masih gelap masih sangat pagi teman-temanku sudah ada yang sudah mandi dan shubuh. Ya inilah suatu kebiasaan yang baik dari kami waktu kemah di manapun yaitu : mandi pagi dan sholat shubuh berjamaah. Waktu aku bangun hanya tinggal beberapa yang belum mandi. Lalu saya berjalan menuju kamar mandi dan di sana ada beberapa anak diantaranya dwi (anggota regunya faisal yang pakai kacamata). Setelah selesai sholat kami langsung berganti memakai seragam pramuka mengingat mulai kegiatan jam 07.00 tepat. Saya usahakan agar mereka dalam keadaan sudah sarapan walau seadanya. Dan akhirnya ada pembagian yaitu :

lomba LBB (pengibaran merah putih) saya, roif dan dandi

lomba sandi sempit ova( pidato ), umam ( semaphore ) dan dika ( sandi )

sisanya (alimin, muna, fida dan alfi ) lomba mendirikan tenda/pioneering 

yang pioneering waktu itu menggunakan pakaian lapangan. Dari beberapa cabang lomba itu ada beberapa cerita menarik saya ambil dari mereka diantaranya :

 – waktu sandi sempit umam berhasil menjawab 1 dari 3 pertanyaan di lap. Utama. Saya bangga sama dia karena berhasil membawa nama baik dan poin tinggi di bidang semaphore. Lalu dika juga bisa menjawab berbagai soal sandi. Bahkan regunya wulan mendapat hadiah. Dan ova ini yang agak kurang karena selama ini dia berlatihnya pidato bung tomo, namun ia mendapat pidato bung karno namun ia tetap memuaskan

 – waktu itu mereka berhasil mendirikan tenda dengan baik namun ada yang kurang sempurna, lalu ada seorang juri (panitia) memberi tahu bahwa masih ada cukup waktu untuk memperbaiki tenda kami. Tanpa berfikir panjang mereka berempat berlari ke arah tenda dan…..BRUK!.tendanya roboh! Semakin paniklah mereka namun berkat kekompakan secepatnya mereka memperbaiki walaupun jauh dari kata baik. Mulai dari sini alfi dengan sigapnya selalu membantah panitia yang ia anggap mencurigakan. Namun Alhamdulillah mereka masih mendapat nilai yang tidak terlalu rendah. Menurut alimin hampir seluruh peserta juga mengalami hal yang sama.

 – awalnya kami (saya,roif, dandi) berbaris di lap.upacara di tengah-tengah sekolahan menurut saya. Ada pak tono, beliau adalah pelatih PASKIBRAKA di kab. Tuban ini. Dan dia juga seorang tentara terbukti ia saat itu memakai seragam itu. Lalu beliau memberikan suatu pengetahuan seputar pengibaran bendera ini yang sangat penting dan langka!. Jurinya  adalah beliau, seorang mantan paskibraka provinsi dan seorang polisi. Lalu kami duduk tetap di barisan semula yang saat itu juga beberapa yang berpindah tempat. Disini saya berbincang-bincang dengan peserta putra dari smpn 4 (palda). Dari beberapa peserta banyak yang kurang salah satunya benderanya (waktu itu berwarna hijau kuning dengan ukuran standart) tidak sampai di atas tiang yang tinggi itu. Dan banyak yang kesulitan dengan 2 tangga di sekitar tiang. Namun saya sebelumnya sudah mengamati dan memberitahu hal-hal yang harus dan tidak boleh dilakukan saat itu. Belajar dari peserta yang lain. Akhirnya tibalah nomer 8  yaitu kami. Utunglah saat itu panitia memberi keringanan yaitu bisa melipat sendiri benderanya. Kami berjalan kea rah utara dan belok menjadi menghadap timur. Pak tono ada di sebelah kiri saya. Saya di tengah (membawa bendera), dandi kiri (menarik bendera) dan roif kanan (membuka bendera). Waktu itu kami sangat sungguh-sungguh berharap mendapat nilai maksimal. Saya memberi bendera kepada roif untuk di simpulkan dengan sangat hati-hati. Waktu roif menarik ke arah kanan menurutku sangatlah sempurna dan saya melihat juri polisi itu tersenyum. “bendera siap” teriak roif. Dandi menarik tanpa memperlambat jadi bendera pas berada di puncak tiang. Ini merupakan suatu keajaiban karna hanya kami yang benar-benar berhasil mencapai puncak tiang. Lalu penurunan dan sedikit masalah yaitu tali itu tiba-tiba berada di bawah kaki dandi namun ia segera memperbaiki. Kalau yang mengibar itu yang tengah kami justru yang kanan. Setelah selesai dengan perasaan gembira bercampur haru karna menurut kakakku dan bayu kamilah yang paling “sempurna”. Itu sih kata mereka.

Waktu itu upacara belum selesai, masih ada beberapa regu yang belum tampil. Melihat liza menangis karna ia tadi melakukan pengibaran agak kurang sempurna saya berlari ke arah tenda putri untuk membuat mie. Disana ada bagian sandi sempit yang telah selesai dengan mendengar cerita-cerita dari mereka.

Ada hal yang lucu yaitu tadi malam saya tidak jadi membuat mie, lalu saya titipkan ke sintya (alumni mts mu). Lalu sekarang saya menanyakan dimana mie saya? Katanya sudah dimakan orang. Saya minta membuatkan karna sudah lapar ia mengambil mie yang di dalam tenda yaitu mie sedap goreng! Wah mie sedap soto berubah menjadi goreng. Namun saya disuruh kakak saya kembali lagi karna katanya ada hal yang penting disampaikan pak tono jika upacara selesai. Tanpa sempat melihat mie tadi saya berlari kembali. Namun teman saya berkata bahwa yang maju sekarang masih nomer 18. Saya kembali lagi setelah berfikir bahwa masih ada cukup waktu untuk makan mie saya. Setelah itu saya kembali dan berjalan-jalan di area itu. Berjalan kea rah utara ada dewi dan temanya 2. Lalu berjalan ke arah timur saya melihat tali yang akhirnya saya ketahui bahwa ini adalah pembatas jalan untuk PP nanti. Lalu saya menyusul dandi, roif an bayu yang duduk di depan tiang. Setelah agak lama menunggu dan melihat yang lain maju akhirnya selesai dan apa kata kakak saya tadi tidak benar hehe.

Waktu istirahat kami gunakan untuk makan,sholat dan istirahat sejenak. Setelah berpakaian lengkap kami berjalan dari kelas menuju tenda putri untuk makan bersama. Inilah kami, setiap ada kemah seperti ini selalu makanya bersama. Enak juga kami (garuda) hanya membawa beras dan uang untuk urusan makan, sudah ada yang memasakan untuk kami. Saya juga melihat dari smpn 3 juga makan bersama di tengah lap.basket. setelah cukup kenyang kami semua mempersiapkan alat-alat (perlengkapan PP). dan sekitar jam 13.00 kami semua berjalan menuju lap. Utama. Lalu berjalan sambil mendendangkan lagu-lagu khas mereka. Kami berjalan kea rah aula. Yang lain (alimin, dika, ova , umam) mengikuti lomba ketangkasan. Sisanya PP. Lalu di sini ada pembagian yaitu saya dan muna menjawab soal tulis. Dandi dan roif membuat tandu. Serta alfi dan fida cek alat. Saya dan muna mampu menyelesaikan soal dalam waktu kurang dari 5 dari 10 menit. Lalu dandi bersama roif juga sangat memuaskan mampu menyelesaikanya kurang dari 10 menit bersama regu bougenvil langsung bernyanyi we we are we we are, dengan sangat kuat dan rapi. Lalu fida juga alfi membawa regu garuda mendapat penilaian tertinggi karena paling lengkap. Setelah semuanya selesai kami berkumpul dan bercerita ini itu. Lalu panitia cwe memberikan soal untuk pertolongan korban tapi belum boleh di buka. dari sini semboyan good, aaaa good, aaaa salut menjadi sangat popular karna kami selalu mengucapkanya ketika regu lain membunyikan semboyanya. Ah sungguh menyenangkan. Lalu kami duduk berjejeran dengan regu putrid dari MTSN tuban. Sempat berbincang-bincang saya dengan seorang cwe. Tidak tau namanya tapi sampai sekarang saya masih ingat. Bahkan ketika ada jalan sehat di GOR saya sempat bersalaman denganya. Ia juga “rekanita”(panggilan bagi anggota IPPNU). Tapi sayang saya tidak mempunyai nomer hpnya. Kami disini antri menunggu giliran untuk melakukan pertolongan pada korban. Munkin pada saat itu kamilah yang paling berisik. Dan kami selalu berada di dekat regu dari MTSn tadi. Setelah beberapa waktu ada yang bolong di bagian tengah (waktu itu ada 3 juri/3 tempat untuk melakukan tugas). Saya berucap “monggo mbak…seng waras ngalah” dan ada beberapa senyum disitu. Akhirnya kami membawa peralatan ke tempat nomer 2 (tengah). Dengan juri yang agak gemuk yang saya lupa namanya. Untunglah dari pada di tempat pertama yang jurinya adalah seorang pemuda dengan memakai pakaian PMR yang membuat kami ogah. Sesudah laporan saya dI suruh membuka kertas di bungkus sedotan yang dari panitia cwe tadi. Berisi kasus yang harus di lakukan penangananya. Setelah saya buka isinya adalah : luka gores di pelipis kanan, patah tulang tangan kanan bagian atas an patah tulang kaki kanan bagian atas. Kami memakai APD dan berada di tempat yang sesuai dengan tugas. Waktu itu dandi sebagai penolong pertama, muna di samping roif sebagai penolong 3 dan 4, fida penolong 2 sekaligus yang berada di samping dandi untuk menyerahkan alat yang dibutuhkan dan saya yang menulis kartu laporan. Menurut saya kami melakukanya kurang lebih 8 menit. Setelah saya yakin sudah selesai saya langsung melapor. Dari sini mulai terlihat kesalahan kami diantaranya : tidak melakukan ASNT, suara kurang keras dll. Namun Alhamdulillah kami mendapat nilai yang tidak mengecewakan dan saya menandatangani surat penilaian itu. Setelah itu pemindahan korban ke tandu dan berjalan meninggalkan arena tersebut menuju kea rah rintangan. Di beberapa tempat ada panitia yang menanyakan “dari regu?dari sekolahan mana dek?”. Rintangan pertama yaitu menuruni bukit, lalu melewati lorong sempit. Selanjutnya menanjak dan melewati dinding tinggi. Lalu kami menuju ke pos terakhir yaitu karantina. Di sini penilaian tentang penanganan korban dari teknik melakukan pertolongan korban, meminta di jelaskan kronologinya dll. Setelah kami mengetahui letak kesalahan dan kebenaran kami lalu kami berjalan kea rah papan penilaian untuk melihat-lihat dan alangkah terkejutnya saya bahwa regu geruda mendapat nilai tertinggi di lomba PBB!. Saya langsung di kasih selamat oleh beberapa teman saya. Mudah-mudahan ini pertanda baik. Lalu saya berlari ke dekat pos karantina untuk menulis tugas menceritakan kronologi kejadian korban tadi. Ah saya paling suka mengarang. Saya waktu itu sendirian karna yang lain saya suruh cepat-cepat mengganti baju pramuka lengkap untuk parade tongkat. Asyik menulis ada seorang panitia menyapa saya “ lagi ngapain dek kok sendiri?”. “ini mas menulis kronologi kejadian” jawabku. Ia berkata “harusnya ya nggak ketua to, kan bisa yang lain” setelah itu ia masuk ruangan. Lalu saya berlari menuju kelas. Yang lain sudah siap dengan seragamnya sata menyuruh untuk menyalin tulisan saya ini untuk di serahkan ke panitia. Cepat dan selesailah. Setelah saya juga ganti baju kami berjalan ke arah tenda putrid untuk mengambil tongkat. Saya berhenti sejenak di pos karantina tadi (letaknya tepat di kelas sebelah utara panggung pensi) untuk meberikan kertas tadi. Lalu kami mengumpulkan tongkat itu dan datanglah alimin dan yang lain (baru selesai lomba ketangkasan) langsung menyusul. Sekedar memberi tau bahwa kami 3 regu hanya memakai 10 tongkat secara bergantian. Jika di urut yaitu regu bougenvile lalu garuda barulah kamboja. Waktu itu parade sudah di mulai dan kami duduk berdampingan dengan smpn 3 (regunya faisal) dengan agak cemas saya juga menunggu kedatangan regu bougenvile. Setelah mereka datang dan ikut di barisan kami menyerahkan tongkat ke mereka. Entah nasib apa duduk mereka juga bersandingan dengan smpn 3 (regunya imel) jadi putra putri sama akrabnya. Dari penampilan regu-regu lain saya merasa terhibur dan sangat menikmatinya. Kreatif,semangat dan kekompakan saya melihatnya. Setelah melihat penampilan regu bougenvile yang bagus saya semakin bersemangat. Saya terus mengingatkan pada yang lain untuk semangat dan konsentrasi. Saat tiba waktu giliran kami dengan seruan muna member aba-aba berdiri seperti waktu yel-yel, saya maju dan menembak muna lalu ia berlari ke tengah lapangan. Hanya regu kami yang masuknya tanpa nyanyi. Lalu saya laporan. Pada saat saya menuju kea rah juri sleyer merah saya terjatuh dan saya mendengar beberapa yang tertawa. Lalu saya kembali ke barisan (menghadap utara) memberi kode ke kakak saya yang standby. Lalu music menyala. Dari music ini sebagian belum tau lagu apa ini namun setelah lagunya benar-benar mulai semua tau ini adalah lagunya cermin-tetap mencintai yang sangat popular. Tepat lagu mulai secara zig-zag balik kanan dan langkah tegap di sambut oleh tepuk tangan meriah dari peserta lain yang membuat saya semakin PD. Apalagi mengingat 85% gerakan ini saya yang membuat. Saya lebih bangga lagi yaitu gerakan kami hampir selalu sama dan minim kesalahan. Setelah sekitar 4 menit kami kembali lagi ke barisan juga di iringi tepuk tangan meriah. Sambil melihat regu lain yang tak kalah bagusnya saya pada detik ini sangat akrab dengan faisal dan farel (ketua dan wakil yang memiliki wajah hampir mirip) dan saling bercerita mengenai pramuka di sekolah. Sungguh kami (MTs.MU dan SMPN 3) sangat akrab.

Waktu itu langit terlihat medung. Hal inilah yang mebuat faisal cemas sebab ia khawatir jika hujan benar-benar terjadi ia takut lomba akan di pindahkan ke aula lagi dan inilah yang menurutnya sangat tidak bagus katanya paradenya tidak bisa di tampilkan secara sempurna jika di dalam aula dan akhirnya menjadi tidak sabar namun saya hanya bisa tersenym melihat tingkahnya itu. Akhirnya ia mendapat giliran dan saya fikir paradenya sangat kreatif apalagi parade paling heboh+menghibur+kocak+best of the best adalah milik regunya imel dari smpn 3 itu..waaah semua panitia yang mengetahui kekocakan ini tertawa semua (hal ini menyangkut aib seseorang dan tidak perlu saya tulis disini) termasuk kami dan regu lain yang mengetahuinya. Lalu penampilan terakhir adalah dari MTSN yang gabungan cwo-cwe yang sangat seru.

Saya telah selesai mandi, sholat dan makan. Saya agak sedikit lega karna nanty adalah lomba terakhir yaitu pensi. Pensi kami 25% saya yang mengarang, diambil dari pensi waktu haflah yaitu pantonim dan ada tambahan rhoma irama (di perankan ova). Karna pensi kami adalah hanya sebatas hiburan kami bisa bersantai-santai. Waktu itu ba’da maghrib saya makan lagi hehe. Semua teman saya entah tidak ada di kelas dan saya encari mereka yang ternyata berada di tenda putri. Saya kembali lagi ke kelas waktu itu saya melihat seorang panitia kpt cwe sedang mengisi air di kran dekat kolam. Saya mendekat karna saya ingin membasuh muka namun dia membawa 2 ember besar berisi air penuh. Reflek saya berniat membantu (karna dia tidak bisa membawa 2 sekaligus). “mari mbak saya bantu”. “oh iya dek terimakasih” jawabnya sambil senyum. Saya mengikutinya sampai di kantin panitia “sekali lagi terimakasih ya dek” saya hanya membalas dengan senyuman karna malu di lihat panitia yang lain. Setelah semua anggota reguku sholat kami bergegas ke tenda putri untuk persiapan pentas. Saya melihat penampilan pertama adalah hadrah sholawat namun saya tidak mengerti regu mana itu. Semua pemain drama (semua kecuali saya dan roif) di beri kostum yang sederhana. Ova yang berperan menjadi bang haji roma saya yang merias. Saya tata sedemikian rupa hingga tampak persis.

Ova (M. Syahrul Ghofar) adalah anggotaku yang paling besar badanya, ini sangat  pas aku tata lenkap dengan selendang hijau,gitar,baju putih-putih dan tentu saja jenggot dari lakban. Yang lain adalah muna berperan menjadi imam sholat, dika (tokoh utama) yang adzan, alimin dandi dan alfi makmum bajingan dan sisanya makmum biasa. Mereka ini di beri bedak dan lipstick untuk membentuk muka yang lucu (karna drama kami drama komedi). Setelah selesai kami berjalan beriringan menuju lapangan duduk di sebelah selatan agak kebelakang.

Satu persatu penampilan dari regu masing-masing saya lihat. ada yang menari, drama, puisi dll. Dan waktu itu saya sms-an dengan vera. Tepat di sebelah kiri kami adalah dari mts tbb jetak dan mtsn. Waktu penampilan regu bougenvile yaitu drama mereka terus beteriak. Ini membuat kami gerah dan dari sini kami terus adu mulut. Apalagi ketika saya tau bahwa drama mts tbb adalah seni beladiri (bisa saya ketahui aliran mereka adalah PSHT) kami makin geram dan jenkel. Memang hanya itu bisa mereka? Saya dan yang lain (ber-aliran Pagar Nusa) berteriak-teriak memancing emosi. Saya hampir duel dengan dani (anggota mereka yang paling kami benci) namun di pisah oleh kedua belah pihak. Akhirnya saya meminta semua tenang.

Saya berlari ke belakang panging untuk menaanyakan nomer urut regu saya..dapat nomer 19. Saya sempat protes namun saya bisa menahan diri agar tidak di diskualifikasi. Tiba penampilan kami saya sudah standby dengan laptop kecil (di sini saya menjadi operator). Dika masuk dan berlagak pipis lalu wudlu, saya play suara air gemericik. Lalu dika bersiap untuk adzan. Karna ini pantonim suara adzan di isi oleh kak kimin. Lalu yang lain masuk semua. Saya sempat lega karna sepertinya penonton sangat terhibur. Lalu pada bagian rhoma muncul saya play lagu “kata pujangga”. Tiba semua music berhenti suara ova saya isi berusaha semirip munkin dengan rhoma asli. Lalu ia turun setelah saya bilang “setujuuuu…..?”

Saya pamit dengan vera untuk me-ngecas hp saya. Ternyata habiz seharian lupa tidak saya isi. Saya kembali duduk di lapangan. Mts tbb berbuat ulah lagi. Ketika ada music berbunyi 2 kubu ini saling joget senggol-senggolan, saya bersiap untuk menghajar salah satu dari mereka yang berbuat senonoh namun tidak terjadi. Lalu mts tbb berbondong-bondong menuju mushola (karna belum sholat isya’). Lalu akhirnya pensi selesai semua. Kami dari mts mu sempat membuat seruan-seruan dan akhirnya kembali ke kls dalam keadaan saya kelaparan (lagi). Lalu ada panitia yang memberitahukan bahwa malam ini di haruskan idur di tenda masing-masing. Ah tenda saya tidak layak huni. Saya bersama yang lain membawa barang-barang kami menuju tenda putri d nada beberapa yang sudah berisiap untuk tidur. Saya dan dandi sibuk memasak air untuk membuat mie dan Nescafe. Setelah semua jadi saya membuka tenda ternyata kosong (karna semua anak di luar dengan alas tidur di bawah pohon) saya megajak dandi masuk. Disini semua perlengkapan di taruh. Lalu diam-diam kami tidur di dalam hehehe.

Sekitar tengah malam saya terbangun mendengar ada rintik-rintik grimis. Seketika saya teringat mereka yang tidur di luar. Lalu saya tidur lagi. Dan ketika saya terbangun tuk yang kedua kali saya kaget meliat mereka tiba-tiba menyesaki tenda ini.

Day 03, Ahad 06 Januari 2013

Waktu saya terbangun  kiri-kanan masih tersisa anak-anak yang terlelap padahal sudah jam 5 pagi. Pagi ini hanya ada 2 kegiatan yaitu jalan-jalan ke pantai  dan upacara penutupan. Akhirnya saya membangunkan semua teman saya dan mengajak untk mandi dan persiapan ke pantai. Sudah dari tadi malam hp Samsung saya tidak mau menyala. Setelah saya selesai mandi tanpa antri saya kembali ke tenda dan semua sudah berankat menuju pantai!. Saya panik karna anggota saya masih belum lenkap. Saya takut ini masuk penilaian “kekompakan”. Setelah dari jauh terliat mereka yang masih basah habis mandi saya menyuruh fida dan roif pergi duluan agar kami tidak kehilangan jejak peserta lain yang sudah jauh. Dengan berlari dan tetap di barisan kami menyusul mereka. Kami paling belakang, hehe. Setelah saya tenang dengan seruan-seruan yang bersahut-sahutan kami semua berjalan lurus ke utara.

Setelah sampai di pantai utara kami turun dari jalan. Di sini ada yang memakai sepatu ada juga yang hanya memakai sandal. Semua  regu di bariskan dan panitia menyuruh untuk melepas alas kaki masing-masing.  Kami (regu garuda) berjejeran  dengan regunya faisal smpn 3. Lalu kami di suruh berbaris berbentuk linkaran dan di beri permainan oleh kakak panitia terutama oleh kak dimas dengan “ziky……ziky….zamba”. lalu kami boleh bermain di pantai. Dari mts mu yang paling akrab dengan anak smpn 3 selalu bercanda satu sama lain. Sayang saya tidak bisa foto karna hp saya rusak. Saya sempat berfikir ingin bertemu dengan vera dan jamila tapi saya tidak tau dimana mereka. Sungguh waktu  itu sangat mengasyikan. Akhirnya setelah puas kami berbaris seperti semula dan kembali ke jalan. Di depan saya adalah regu jankrik dan belakang kami regunya faisal.

Ketika sudah melewati lampu merah pertama tepat di depan saya ada 2 cwe dan 2 cwo yang tidak asing. Ya mereka dari SMPN 2 palang dan itu adalah rully (ketua kobra kpt tahun lalu dan peserta terbaik putra). Di depan saya mereka membicarakan hal-hal yang aneh. Lalu mereka berhenti dan tiba-tiba salah satu cwe dari mereka memegang pundak saya dengan tiba-tiba sambil berkata “ayo mas maju terus”. Lalu rully mendekat “kenalan dulu..oh iya kamu temanya fatim itu ya? Kok masih ikut saja”. Dan akhirnya kami terus berbincang sampai tiba di buper. Ah ternyata hanya regu kami yang sudah mandi! Hehe. Kami semua akirnya bisa bersantai sambil sarapan dan masih dalam keadaan hp saya yang tidak mau menyala saya serahkan pada kakak saya (sekaligus Pembina pramuka mts mu) untuk di servis.

Tepat jam 8 pagi dengan semua seragam kebesaran kami sudah siap menuju lapangan utama. Tiba-tiba ketua panitia bertanya pada saya “kamu keua regu garuda ya?”. “nggeh” jawabku sinkat lalu ia kembali lagi. Hati saya wa-was mengingat kegagalan tahun lalu. Tapi dengan semangat seruan “sisi permisi” dan “awas-awas” kami masuk beriringan. Setelah semua regu sudah baris semua (ada 23 regu) saya berbaris di samping regu dari MTSN dan smpn 5. Hal yang paling mendebarkan yaitu pengumuman juara! Waah saya terus menunduk. Satu persatu di bacakan regu-regu yang berprestasi.  Regu bougenvile mendapat peringkat juara 3 putri (sama seperti tahun lalu). Juara 2 putri regu  srikandi mts tbb lalu juara 1 dari mtsn. Ketika saya tau bahwa reval saya regu arjuna mendapat juara 3 putra saya sempat kaget. Dan lebih kaget ketika “juara 2 putra….regu garuda dari mts mambaul ulum” saya dengarkan. Alhamdulillah saya berhasil. Lalu juara 1 di raih regu dari smpn 2 palang yang saya ketahui nama ketuanya adalah  aditya. 

Sekali lagi saya di buat kaget oleh suara karna saya mendapat predikat peserta terbaik putra!. Saya pindah posisi dan tempat berdiri saya tadi langsung di isi oleh muna. Ketika suara berbunyi lagi “dan…juara umum….kontes penggalang terampil 2013……..di raih oleh………..” saya tidak terlalu serius karna saya tidak pernah berfikir mendapatkan title juara umum..tapi..”diraih oleh…………………..mambaul ulum dengan perolehan nilai_____”. Seketika semua Pembina masing-masing sekolah menyerbu papan nilai. saya bersyukur dan terharu…kami berhasil!. Di sisa waktu kami yang sudah kls IX kami berhasil membuat bangga terutama kepada kakak saya.

Piala yang dapatkan tergolong kecil, namun saya secepatnya mengambil piala yang paling besar yang tadi di bawa oleh liza. Tadi masing-masing di beri piala oleh beberapa orang terpilih dan yang menyerahkan pada saya adalah juri waktu LBB. Setelah asyik berfoto-foto di lapangan utama bersama semua juara dan panitia, kami 3 regu dari mts mu beriringan jabat tangan dengan seluruh panitia yang ada di situ serta para juara tadi. Dan saya kaget dengan membawa piala kecil tadi saya berjabat tangan dengan mbak yang tadi malam saya bantu bawa air! “oh kamu..selamat ya..” ucapnya manis. “terimakasih mbak” saya tau, saya menjadi peserta terbaik munkin karna mbak tadi. Lalu saya tukar lagi piala saya dengan piala paling besar memasukiarea perkemahan. Saya berjalan paling depan berjabat tangan dengan seluruh peserta yang ada di situ (kecuali yang di dalam tenda) “selamat ya mas” ucap erida dari smpn 4. 

Saya masih tidak percaya apa yang terjadi. Ini  merupakan prestasi terbaik bagi saya. Semua teman saya sibuk ber-foto ria dengan piala-piala kami (mendapat 4 piala) dan saya diajak foto bersama dengan cwe-cwe manis dari smpn 3. Serasa jadi artis hehehe. Semua perlengkapan sudah kami naikan ke atas mobil..meninggalkan buper saya melihat dewi melambaikan tanganya pada saya..seketika saya tersenyum. Kenangan dan kemenangan ini tak kan pernah terhapus dalam memoriku…mas adib amrullah.

The end.

Advertisements