Beberapa dari kita mungkin sempat berfikir, bagaimana ya andai kita tersesat di hutan ketika kita sedang naik gunung atau camping? Sedangkan kita tidak tahu daerah tersebut dan tidak bisa memanggil bantuan? Sinyal hilang, perbekalan makanan dan minuman kritis, apa yang akan terjadi? Berikut merupakan materi yang sangat penting yaitu tentang SURVIVAL yang ditulis oleh kakak saya yang sekaligus seorang pembina Pramuka, A. Jamalul Fuad S.Pd.

Selamat membaca…

Survival berasal dari kata survive yang berarti bertahan hidup. Survival adalah mempertahankan hidup di alam bebas dari hambatan alam sebelum mendapat pertolongan. Sedangkan menurut pengertian lain, survival adalah suatu kondisi dimana seseorang/kelompok orang dari kehidupan normal (masih sebagaimana direncanakan) baik tiba-tiba atau disadari masuk ke dalam situasi tidak normal (di luar garis rencananya).
Orang yang melakukan survival disebut survivor. Survival yang biasa dilakukan yaitu di hutan/alam bebas sehingga disebut jungle survival. Survival terjadi karena adanya kondisi darurat yang disebabkan alam, kecelakaan, gangguan satwa, atau kondisi lainnya.

Setiap huruf dari kata survival merupakan singkatan dari langkah-langkah yang harus kita ingat dan lakukan yaitu:

S    : Size up the situation

U    : Undue haste makes waste

R    : Remember where you are

V    : Vanguish fear and panic

I     : Improve

V    : Value living

A    : Act like native

L    : Learn basic skill
Secara umum aspek-aspek dalam kondisi survival dibagi tiga yang saling mempengaruhi dan berkaitan yaitu aspek psikologis (panik, takut, cemas, sepi, bingung, tertekan, bosan), aspek fisiologis (sakit, lapar, haus, luka, lelah), dan aspek lingkungan (panas, dingin, kering, hujan).
1)     Komponen pokok survival terdiri atas:

·     Sikap mental berupa hati yang kuat bertahan hidup, mengutamakan akal sehat, berpikir jernih dan optimis

·      kondisi fisik yang fit dan kuat

·      tingkat pengetahuan dan ketrampilan

·      pengalaman dan latihan

·      perlengkapan berupa survival kit
2)     Langkah-langkah survival

·      Jika tersesat lakukan tindakan pedoman STOP (Seating, Thinking, Observation, dan Planning)

·      Lakukan pembagian tugas kepada anggota kelompok

·      Tetap berusaha mencari pertolongan

·      Hemat terhadap penggunaan makanan, minuman dan tenaga

·      Hindari dan jauhi masalah-masalah yang mungkin timbul yaitu dari diri sendiri, orang lain dan alam

3)  Kebutuhan dasar survival

A. Air

Syarat-syarat fisik air bersih yang layak untuk diminum adalah tidak berwarna, tidak berasa dan tidak berbau. Sumber air antara lain mata air, sungai, air hujan, embun, tumbuhan (rotan pisang, lumut, akar gantung, kantung semar), hasil kondensasi tumbuhan, dan air galian tanah

B. Makanan

Saat sumber makanan yang dibawa semakin berkurang, kita dapat memanfaatkan sumber makanan dari alam berupa flora (tumbuhan) dan fauna (hewan). Bagian tumbuhan yang dapat dimakan adalah buah, batang, daun, dan akar (umbi). Hal yang harus diperhatikan dalam mengkonsumsi tumbuhan:

·     hindari tumbuhan berwarna mencolok

·     hindari tumbuhan bergetah putih, kecuali yang sudah dikenal aman dimakan

·    mencoba mencicipi sedikit atau mengoleskan ke kulit.. biasanya tumbuhan yang berbahaya akan menimbulkan efek gatal, merah dan panas pada tubuh

·     variasikan makanan yang dimakan untuk menghindari akumulasi zat yang mungkin buruk bagi kesehatan

·     jangan memakan tumbuhan yang meragukan untuk dimakan

Hampir semua unggas dan ikan dapat dijadikan sumber makanan, begitu juga dengan beberapa serangga, reptil, dan mamalia. Kendala utama untuk mendapatkan hewan-hewan liar tersebut adalah cara menangkapnya. Oleh karena itu perlu membuat perangkap (trap) untuk mempermudah menangkap hewan liar tersebut

C. Shelter

Shelter adalah tempat perlindungan sementara yang dapat memberikan kenyamanan dan melindungi dari panas, dingin, hujan dan angin. Shelter dapat menggunakan alam seperti gua, lubang pohon dan celah di batu besar. Selain itu dapat dibuat dari tenda, plastik dan ponco atau menggunakan bahan dari alam seperti daun-daunan atau ranting.

D. Api

Api berguna untuk penerangan, meningkatkan semangat psikologis, memasak makanan dan minuman, menghangatkan tubuh, mengusir hewan buas, membuat tanda/kode, dan merokok. Sumber api berasal dari korek api, lup/teropong, menggosok-gosokkan kayu dengan kayu, membenturkan logam dengan logam atau batu.

Ada hal lain yang menentukan lamanya kita berada pada kondisi survival, yaitu keputusan apakah kita akan menetap (survival statis) atau bergerak keluar mencari bantuan (survival dinamis)

Xxxxxxx

Aspek-aspek yang sering dihadapi.

Secara umum aspek yang perlu dihadapi dalam kondisi survival dapat dibedakan menjadi tiga golongan, yaitu :

Aspek psikologi atau mental, seperti: rasa cemas, rasa takut dan panic.

Aspek psiologis atau kondisi fisik, seperti: sakit, lapar dan haus.

Aspek lingkungan, seperti: panas, dingin, hujan, kering dan lain-lain.

 

Tindakan menghadapi survival

Dalam pelaksanaan survival dibedakan menjadi dua macam, yaitu:

Survival statis

Dimana survivor dalam tindakan survival menetap pada suatu tempat dan menunggu bantuan dari pihak lain. Apabila anda melakukan tindakan survival statis usahakan menetap pada daerah yang aman, dan memiliki sumber makanan serta air yang cukup, seperti sungai, mata air, gua.

Buatlah tanda-tanda kehidupan untuk  memudahkan team evakuasi. Keuntungan dalam melakukan tindakan ini survivor dapat menghemat energy , sedangkan kerugiannya survivor terlalu pasif dengan hanya menunggu team evakuasi, kadang kondisi mental dan fisik pun semakin melemah apa lagi tanpa pengetahuan yang memadai justru akan berakibat fatal.

 

Survival dinamis

Dalam tindakan ini sang survivor berpindah-pindah lokasi dalam melakukan survival. Keuntunganya adalah lebih cepat keluar dari kondisi survival, kerugianya survivor tanpa pengetahuan dan penguasaan medan yang memadai justru hanya akan membuang-buang energy dengan sia-sia.

Seorang survivor dituntut untuk dapat mengambil keputusan dalam pelaksanaan survival.

Ada lima tindakan kebutuhan yang harus diusahakan oleh survivor, diantaranya

Mendirikan bivak

Bivak adalah tempat berlindung di alam untuk menghindari diri dari bahaya dilingkungan sekitar seperti panas, dingin, hujan dan hewan buas.

Bivak dapat dikategorikan menjadi dua macam menurut bahan yang digunakan.

Bivak alam.

Bivak buatan.

Sedangkan menurut bentuknya biasanya dibedakan menjadi dua macam

Bivak setengah A

 

 Bivak A penuh

Syarat-syarat mendirikan bivak :

Kondisi medan, pahamilah kondisi sekitar. Pilihlah tempat yang memiliki kemungkinan terkacil terjadinya bahaya serta cukup akan kebutuhan makan dan minum.

Fasilitas yang mendukung dari alam, seperti: pohon, gua, daun-daun dan lubang.

Bahan bahan yang kita bawa, seperti: ponco, plastic, tali, matras dan lin-lain.

Hal-hal yang harus diingat dalam membuat bivak

Pilih lokasi yang baik.

Kokoh/kuat.

Aman dan nyaman.

Tidak bocor.

Cukup memberikan perlindungan.

Tidak terlalu merusak alam.

 

 

Makanan

Sumber makana bisa berasal dari hewan ataupun tumbuhan yang ada di lingkungan sekitar, untuk menentukan jenis tumbuhan yang dapat kita konsumsi memerlukan pengetahuan tentang botani dan zologi praktis.

Air

Tekhnik pencarian air

Air merupakan kebutuhan yang sangat mendasar dalam setiap aspek kehidupan. Berikut ini beberapa teknik untuk mendapatkan air.

Dengan penguapan

Bahan yang diperlukan adalah plastic, nesting, batu dan daun-daunan.

Gali tanah di tempat terbuka dengan kedalaman ± 50 cm dan lebar disesuaikan dengan plastic, kemudian lubang yang sudah terdapat nesting didalamnya tutuplah dengan plastic, berilah batu di tengah-tengah tepat di atas nesting .

Untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal bisa ditambahkan dengan daun-daunan.

 

Dengan resapan pada tebing yang terdapat resapan air.

Biasanya tebing tersebut ditumbuhi banyak lumut. Ikatkan/tempelkan benang pada tebing yang berair kemudian ujung benang yang satunya masukan kedalam tempat air agar air tersebut mengalir kedalam tempat air.

 

 

 

Tekhink penjernihan air

Peralatan pendukung : slayer/bandana, kayu, arang, batukrikil, rumput kering, tempat air.

Gambar cara penjernihan air.

Api 

Api selain sebagai penghangat juga mampu digunakan sebagai tanda-tanda kehidupan/kode sos, memasak, mengembalikan kondisi mental, penghalau hewan liar dan penerangan.

Tekhnik membuat api mengunakan bahan-bahan dari kayu/bamboo dan rumput kering. **Lihat gambar

 

Belahlah kayu/bamboo menjadi dua sama besar.

Buatlah cekungan memanjang tempat meletakan rumput kering kalau bamboo tidak perlu lagi membuat cekungan.

Agar udara dapat masuk dan membantu pembakaran maka buat lah tiga celah di kedua sisi, dengan tengah labih besar sebagai tempat tejadinya gesekan.

Masukan rumput yang sudah keringkemudian tangkupkan.

Tancapkan kayu/bilah bamboo kemudian gesekan naik turun.

 

Peralatan pendukung kegiatan survival

Alat bantu kemampuan survival: pisau saku, golok tebas, ponco, tempat air, korek api, benang dan lain-lain.

Alat bantu untuk membuat tanda (SOS): peluit, cermin, api, lipstick.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Botani dan zologi praktis

 

Dapat diartikan juga tekhnik untuk mengetahui jenis tumbuhan atau jenis hewan yang dapat kita manfaatkan baik sebagai bahan makanan atau pun obat-obatan.

 

Botani praktis

Adalah pemanfaatan tumbuh-tumbuhan sebagai bahan makanan atau pun obat-obatan.

Pada umumnya terdapat tiga macam tumbuhan, yaitu

Tumbuhan yang dapat kita konsumsi sebagai bahan makanan.

Selain tumbuhan yang kita kenal kita juga dapat mengetahui tumbuhan yang dapat kita makan apabila tumbuhan tersebut dimakan juga oleh mamalia, semut, burung.

Contoh tumbuhan yang dapat kita konsumsi:

Jenis umbi-umbian.

Bagian pangkal batang pohon pisang.

Buah arbey hutan

Buah lipah

Bunga turi

Bunga pisang

Daun pakis muda

 

Tumbuhan yang dapat kita manfaatkan sebagai obat-obatan.

Contoh tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai obat:

Getah pohon kamboja sebagai penghilang bengkak.

Air rebusan brotowali sebagai pencuci luka.

Air rebusan batang randu sebagai pencuci luka.

Air kelapa muda sebagai penawar racun.

Batang bagian dalam dari pohon pisang sebagai penawar bisa ringan.

 

Tumbuhan yang tidak dapat kita konsumsi/beracun.

Tumbuh-tumbuhan yang beracun biasanya memiliki cirri umum seperti:

Berbau kurang sedap.

Tumbuhan yang berbulu.

Tumbuhan yang mengandung getah putih kental.

Tumbuhan berwarna mencolok/ungu.

Tumbuhan yang tidak dimakan oleh mamalia.

Contoh tumbuhan yang beracun:

Getah pohon paku mengakibatkan kebutaan.

Getah pohon ingas merusak jaringan tubuh

Getah jambu monyet penyebab gatas dan iritasi kulit.

Kecubung, daun bunga terompet penyebab keracunan.

Daun pulus mengakibabkab gatal dan panas.

Sicantik beracun.

Terdapat langkah-langkah yang perlu diambil apabila ingin mengonsumsi tumbuhan beracun:

Tumbuhan sudah dikenal

Merebus berulang-ulang

Dikeringkan

Jangan memakan satu jenis tumbuhan.

Proses tes pada tumbuhan yang belum kita kenal (edibility test).

Mengoleskan pada punggung tangan tunggu reaksinya sekitar 10 menit.

Oleskan pada bibir kurang lebih 15 menit, bila tidak terasa panas, perih atau pahit maka dilakukan tahap selanjutnya.

Rebus berulang ulang sebelum kita konsumsi.

 

Zologi praktis

Adalah pemanfaatan hewan sebagai bahan makanan. Semua jenis hewan dapat kita jadikan sebagai makanan, kesulitan utama adalah bagaimana cara kita menagkapnya. Kita harus menguasai kemampuan habitatanya dan pola hidupnya. Yang diperlukan adalah keberanian untuk menangkap hewan tersebut. Pada umumnya hewan yang sering kita jumpai adalah ular, monyat, tikus, tupai, ayam hutan, babi hutan, jenis burung dan lain-lain.

Cara-cara menagkap hewan beracun (missal ular):

Bunuh hewan tersebut.

Potonglah ular dari bagian kepala ± 15 cm.

Potonglah dari bagian ekor ± 15 cm.

Di Indonesia diperkirakan terdapat sekitar 400 jenis ular berbisa dan 110 jenis tidak berbisa.

Ular pada umumnya aktif dimalam hari

Contoh ular yang gigitanya mematikan di Indonesia

Ular kobra.

Ular pucuk ekor merah atau sering juga di sebut ular gadung ekor merah dan bangkai laut.

Ular welang.

Ular king kobra.

Ular pit viper.

Berdasarkan tipe gigi ular dapat dibedakan menjadi 4 golongan

Aglipa.

Ular yang tidak memepunyai taring bisa, contoh: ular pucuk ekor silfer, ular kadut dan lain-lain.

Ophisloglipa.

Ular yang memepunyai gigi bisa di belakang, contoh: ular boiga dendophilia (cincin emas/taliwangsa), ular boiga synodron (sanca luwuk/ular bajing).

Peteroglipa.

Ular yang mempunyai gig bisa di depan, contoh: ular kobra, ular king kobra, ular welang.

Selonoglipa.

Mempunyai gigi bisa di depan dan bisa di lipat, contoh: ular viper, ular derik

Jenis-jenis bisa ular:

Neorotoksin jenis bisa yang menyerang syaraf, gejalanya si korban akan mengalami sesak nafas dan pandangan mata kabur.

Hemotoksin jenis bisa yang menyerang darah. Sehingga darah korban mengalami pembekuan.

Kordiatoksin, jenis bisa yang menyerang kromosom tulang sehingga terjadi pembusukan tulang. 

Mikrotoksin, mikroba/bakteri yang masuk kedalam tubuh bersamaan dengan gigitan hewan tersebut.

Mater i Sar/WATER RESCUE

Di Indonesia bencana seperti banjir sering sekali terjadi. Oleh karena itu sebagai salah satu potensi SAR di Indonesia harus bisa menanggulanginya. Untuk bisa meminimalisir korban kita harus mempunyai materidan pengetahuan tentang SAR. Salah satu dari banyak materi tentang SAR yang harus dipelajari adalah WATER RESCUE. Dengan semakin banyaknya potensi-potensi SAR yang berkompeten maka kita dapat meminimalisir korban sesedikit mungkin.

Water Rescue merupakan salah satu teknik pertolongan yang dilakukan di air.  Atau suatu tindakan penyelamatan secara efektif dan efisien, jika manusia dan segala sesuatu yang berharga berada dalam keadaan yang mengkhawatirkan di air.

Banjir

Banjir adalah bencana alam yang diakibatkan meluapnya aliran sungai disebabkan curah hujan yang tinggi sehingga volume air yang masuk ke dalam sungai tidak dapat tertampung dan merendam lngkungan sekitarnya.

Banjir Bandang

Banjir bandang adalah bencana banjir yang disertai dengan ikutnya material-material seperti batu, tanah, kayu-kayu besar dan bongkahan-bongkahan benda lainnya.

Langkah-langkah dasar Water Rescue :

Perhitungan dan pertimbangan

Kemampuan penolong untuk memilih dan menentukan kemampuan dan keterampilan yang dimiliki, serta  metode yang harus dilakukan. Penolong akan lebih mudah memilih prosedur pertolongna yang paling cepat dengan resiko yang sangat kecil.

Pengetahuan

Banyk bahaya-bahaya di air, pengetahuan ini sangat perlu karena dapat diterapkan setiap langkah usaha pertolongan.

Keahlian seorang petugas

Di air harus mempunyai keahlian pada semua aspek pertolongan.

Kesiapan Fisik

Sebagai seorang penyelamatkejadian di air semua pengetahuan, keterampilan dan kemampuan lain yang dipunyai, maka tinggal pertanyaan mampukah melakukan dengan keadaan sesungguhnya dimana jiwa  seseorang dalam bahaya. Keempat komponen di atas harus dimiliki oleh seorang rescuer yang selalu siap dalam memberikan pertolongan guna menyelamatkan jiwa.

Perlengkapan dalam Water Rescue :

Perahu : perahu dalam pemgarungan haruslah aman dari benturan dan abrasi serta mudah dikendalikan.

Pompa : berfungsi untuk memasukkan udara ke dalam perahu. Pompa dibagi dalam pompa kaki dan pompa tangan.

Repair Kit : terdiri dari lem, benang, nylon, jarum jahit, dan bahan penambal.

Rescue rope : berfungsi untuk menolong anggota tim yang terjatuh ke sungai dan dapat berguna juga dalam linning dan scouting. Tali terbuat dari bahan nylon dengan warna mencolok agar dapat terlihat oleh korban, mempunyai daya apung yang tinggi.

Dry bag : kantong ini berguna untuk menyimpan kaera, obat-obatan, makanan dan benda-benda lain agar tidak basah.

Carabiner : terbuat dari alumunium alloy, berguna untuk menghubungkan satua alat dengan alat lainnya. Misalnya untuk mengaitkan throw bag pada D-ring (cincin metal berbentuk D yang menempel pada perahu)

Dayung : berguna dalam manuver, mengatur gerakan perahu. Biasanya terbuat dari ka, alumunium, fiberglass. Bagian dari dayung terdiri dari gagang tangkai (T-Grip), tangkal dayung dan bilah (blade)

Helm : penutup kepala berguna untuk melindungi kepala bagian ning, pelipis, telinga, dan kepala bagian belakang dan benturan. Terbuat dari bahan yang tidak mudah pecah dan memiliki lubang-lubang kecil di atasnya.

Jaket pelampung : berguna untuk mengapungkan tubuh, melindungi tubuh dari dingin dan bagian tubuh yang penting.

Peluit : digunakan untuk membantu pemberitahuan kode bahaya tertentu.

Jenis-jenis Perahu :

Perahu karet

Perahu yang terbentuk dari tabung udara dan terbuat dari karet berserat. Dlam tabung terdapat sekat-sekat yang berbentuk ruangan yang terpisah, sehingga jika bocor maka yang lain tidak terpegaruhdan perahu masih bisa mengambang.

Landing Craft Rubber (LCR)

Perahu berbentuk seperti tapak kudda dan bagian belakang terdapat kayu.

River Boat

Perahu berbentuk oval khusus untuk mengarungi arus deras.

Kayak

Perahu dengan bentuk lancip pada bagian depan dan belakang

Cara masuk ke air :

Slide in entry

Digunakan jika kedalaman sungai atau perairan tidak diketahui. Cara yang paling aman:

Buat posisi seaman mungkin di tepi air dan masukkan salah satu kaki

Rasakan pijakan kaki apakah berbahaya atau tidak

Jatuhkan badan dan tahan berat badan dengan tangan

Step In

Dapat digunakan jika air jernih, kedalaman dapat dikeyahui dan tidak ada benda berbahaya di dalam air.

Lihat arah tujuan air

Melangkah dengan hati-hati

Ketika masuk air pastikan lutut menekuk atau kaki menyentuh bokong

Compact Jump

Digunakan untuk mencapai kedalaman yang lebih dari 1 meter.

Letakkan kedua tangan menyikap dada

Melangkah pada tepian air dengan satu kaki, kaki yang lain dan pastikan kedua kaki menyentuh dasar

Tubuh vertikal dan memakai pelindung

Setelah di dalam air pengereman dapat dilakukan oleh kaki atau tangan

Staddle Entry

Digunakan jika masuk ke air yang dalam dari krtinggian yang rendah dan dapat melihat korban. Teknik ini tidak digunakan pada ketinggian diatas satu meter atau perairan dangkal.

Ambil jarak yang cukup dari tepian

Lakukan loncatan dengan satu kaki lurus dan kaki lainnya sedikit ditekuk

Tangan lurus ke samping

Pandangan lurus ke depan

Swallow Dive

Digunakan pada yang jernih, keadaan di bawah air dapat dilihat dan kedalaman diketahui.

Berdiri di tepian lihat ke bawah dan ke depan untuk menentukan arah lompatan

Tekuk lutut dan gunakan tyangan untuk membantu meneambah momentum ke depan.

Lakukan lompatan sejauh mungkin ke air

Masuk dengan hamper horizontal dengan permukaan air

Kaki dan tangan diluruskan

Jaga kepala di antara dua tangan dan mata melihat ke air

Mulailah berenang dengan menunaikan kepala ke permukaan

Penyelamatan dengan berenang mendekati korban :

Kalau sudah dekat dengan korban, usahakan jangan sampai dipegang oleh korban.

Berhenti beberapa meter dari korban dan peringatkan dia bahwa anda akan menolongnya.

Kalau korban pingsan, setelah pingsan, histeris gunakan pendekatan terhadap korban.

Menolong korban yang terjebak di tengah kepungan air:

 Melakukan penyelamatan secara langsung selama kondisi air dapat dilewati dengan banyak.

PENJERNIHAN AIR

C. Penjernihan Air 1. Tujuan Penjernihan Air Proses Penjernihan air bertujuan untuk menghilangkan zat pengotor atau untuk memperoleh air yang kualitasnya memenuhi standar persyaratan kualitas air seperti : a. Menghilangkan gas-gas terlarut b. Menghilangkan rasa yang tidak enak c. Membasmi bakteri patogen yang sangat berbahaya d. Mengelolah agar air dapat digunakan untuk rumah tangga dan industri  e. Memperkecil sifat air yang menyebabkan terjadinya endapan dan korosif pada pipa atau saluran air lainnya. 2. Teknik-teknik dalam penjernihan air Ada berbagai macam cara sederhana yang dapat kita gunakan untuk mendapatkan air bersih, dan cara yang paling mudah adalah dengan penyaringan dan pengendapan.  a. Tekhnik Penyaringan Berikut beberapa alternatif cara sederhana untuk mendapatkan air bersih dengan cara penyaringan air : 1) Saringan Kain Katun. Pembuatan saringan air dengan menggunakan kain katun merupakan teknik penyaringan yang paling sederhana / mudah. Air keruh disaring dengan menggunakan kain katun yang bersih. Saringan ini dapat membersihkan air dari kotoran dan organisme kecil yang ada dalam air keruh. Air hasil saringan tergantung pada ketebalan dan kerapatan kain yang digunakan.  2). Saringan Kapas Teknik saringan air ini dapat memberikan hasil yang lebih baik dari teknik sebelumnya. Seperti halnya penyaringan dengan kain katun, penyaringan dengan kapas juga dapat membersihkan air dari kotoran dan organisme kecil yang ada dalam air keruh. Hasil saringan juga tergantung pada ketebalan dan kerapatan kapas yang digunakan.  3). Aerasi Aerasi merupakan proses penjernihan dengan cara mengisikan oksigen ke dalam air. Dengan diisikannya oksigen ke dalam air maka zat-zat seperti karbon dioksida serta hidrogen sulfida dan metana yang mempengaruhi rasa dan bau dari air dapat dikurangi atau dihilangkan. Selain itu partikel mineral yang terlarut dalam air seperti besi dan mangan akan teroksidasi dan secara cepat akan membentuk lapisan endapan yang nantinya dapat dihilangkan melalui proses sedimentasi tau filtrasi.  4). Saringan Pasir Lambat (SPL) Saringan pasir lambat merupakan saringan air yang dibuat dengan menggunakan lapisan pasir pada bagian atas dan kerikil pada bagian bawah. Air bersih didapatkan dengan jalan menyaring air baku melewati lapisan pasir terlebih dahulu baru kemudian melewati lapisan kerikil.  5). Saringan Pasir Cepat (SPC) Saringan pasir cepat seperti halnya saringan pasir lambat, terdiri atas lapisan pasir pada bagian atas dan kerikil pada bagian bawah. Tetapi arah penyaringan air terbalik bila dibandingkan dengan Saringan Pasir Lambat, yakni dari bawah ke atas (up flow). Air bersih didapatkan dengan jalan menyaring air baku melewati lapisan kerikil terlebih dahulu baru kemudian melewati lapisan pasir. .  6). Gravity-Fed Filtering System Gravity-Fed Filtering System merupakan gabungan dari Saringan Pasir Cepat(SPC) dan Saringan Pasir Lambat(SPL). Air bersih dihasilkan melalui dua tahap. Pertama-tama air disaring menggunakan Saringan Pasir Cepat(SPC). Air hasil penyaringan tersebut dan kemudian hasilnya disaring kembali menggunakan Saringan Pasir Lambat. Dengan dua kali penyaringan tersebut diharapkan kualitas air bersih yang dihasilkan tersebut dapat lebih baik. Untuk mengantisipasi debit air hasil penyaringan yang keluar dari Saringan Pasir Cepat, dapat digunakan beberapa / multi Saringan Pasir Lambat.    7). Saringan arang Saringan arang dapat dikatakan sebagai saringan pasir arang dengan tambahan satu buah lapisan arang. Lapisan arang ini sangat efektif dalam menghilangkan bau dan rasa yang ada pada air baku. Arang yang digunakan dapat berupa arang kayu atau arang batok kelapa. Untuk hasil yang lebih baik dapat digunakan arang aktif. Untuk lebih jelasnya dapat lihat bentuk saringan arang yang direkomendasikan UNICEF pada gambar di bawah ini.  8). Saringan air sederhana Saringan air sederhana/tradisional merupakan modifikasi dari saringan pasir arang dan saringan pasir lambat. Pada saringan tradisional ini selain menggunakan pasir, kerikil, batu dan arang juga ditambah satu buah lapisan injuk / ijuk yang berasal dari sabut kelapa. Untuk bahasan lebih jauh dapat dilihat pada artikel saringan air sederhana.  9). Saringan Cadas / Jempeng / Lumpang Batu Saringan cadas atau jempeng ini mirip dengan saringan keramik. Air disaring dengan menggunakan pori-pori dari batu cadas. Saringan ini umum digunakan oleh masyarakat desa Kerobokan, Bali. Saringan tersebut digunakan untuk menyaring air yang berasal dari sumur gali ataupun dari saluran irigasi sawah. Seperti halnya saringan keramik, kecepatan air hasil saringan dari jempeng relatif rendah bila dibandingkan dengan SPL terlebih lagi SPC.   10). Saringan Keramik Saringan keramik dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama sehingga dapat dipersiapkan dan digunakan untuk keadaan darurat. Air bersih didapatkan dengan jalan penyaringan melalui elemen filter keramik. Beberapa filter kramik menggunakan campuran perak yang berfungsi sebagai disinfektan dan membunuh bakteri. Ketika proses penyaringan, kotoran yang ada dalam air baku akan tertahan dan lama kelamaan akan menumpuk dan menyumbat permukaan filter. Sehingga untuk mencegah penyumbatan yang terlalu sering maka air baku yang dimasukkan jangan terlalu keruh atau kotor. Untuk perawatan saringn keramik ini dapat dilakukan dengan cara menyikat filter keramik tersebut pada air yang mengalir.    b. Tekhnik Pengendapan 1) Biji kelor Biji buah kelor (Moringan oleifera) mengandung zat aktif rhamnosyloxy-benzil-isothiocyanate, yang mampu mengadopsi dan menetralisir partikel-partikel lumpur serta logam yang terkandung dalam air limbah suspensi, dengan partikel kotoran melayang di dalam air. Penemuan yang telah dikembangkan sejak tahun 1986 di negeri Sudan untuk menjernihkan air dari anak Sungai Nil dan tampungan air hujan ini di masa datang dapat dikembangkan sebagai penjernih air Sungai Mahakam dan hasilnya dapat dimanfaatkan PDAM setempat.Serbuk biji buah kelor ternyata cukup ampuh menurunkan dan mengendapkan kandungan unsur logam berat yang cukup tinggi dalam air, sehingga air tersebut memenuhi standar baku air minum dan air bersih.   2) Tawas Berfungsi untuk memisahkan dan mengendapkan kotoran dalam air. Lama pengendapan berkisar selama 12 jam. Fungsi tawas hanya untuk pengendapan, tidak berfungsi untuk membunuh kuman dan menaikkan pH dalam air. 3) Kaporit Berfungsi untuk membunuh bakteri, kuman dan virus dalam air. Dan juga menaikkan pH dalam air. Membutuhkan proses yang lama untuk mengendap. 4) Kapur Gamping Berfungsi untuk pengendapan namun membutuhkan waktu hingga 24 jam. Juga berfungsi untuk menaikkan pH air tetepi tidak berfungsi untuk membunuh kuman, virus dan bakteri. 5) Arang batok kelapa Berfungsi untuk menghilangkan bau, rasa tidak enak dalam air dan juga menjernihkan.

MENAKSIR

Menaksir lebar 

 

Menaksir Lebar Metode menaksir lebar yang dapat dipergunakan antara lain :

1.             Melempar Tali

                                Cara ini bisa dikatakan mudah apabila sungai atau lebar yang diukur tidak terlalu lebar sehingga mudah untuk melemparkan tali ke seberang. Kemudian tali yang ditandai untuk mengukur tersebut diukur panjangnya.

2.             Cara Segitiga

                Cara ini digambarkan sebagai berikut :

 

                Rumus :

                                                Jika  A = B maka

                                                        C = D 

                dimana C adalah lebar sungai yang dapat diukur dari panjang D

                atau cara segitiga berikut :

 

  Penulis : Kakak Drs. Ringsung Suratno, M.Pd

  
Menaksir Jarak

Metode yg digunain buat naksir jarak tuch sederhana, just punya alat yg udah bisa bergerak dgn kecepatan konstan, pake persamaan kecepatan sederhana buat ngitung jaraknya.
Jarak yang ditempuh = kecepatan x waktu (dalam detik) 
a.       Jarak pendek

            Alat yg d gunian adalah langkah kita sendiri, dgn memperkirakan rata2 kecepatan berjalan kita adalah 0.5 m/s maka

b.      Jarak Panjang

           Cara diatas hanya untuk mengetahui jarak pendek, sedangkan untuk jarak yg lumayan panjang, bisa menggunakan alat apapun yg usdah d ketahui kecepatanya, untuk bisa mengetahui kecepatan alat tersebut 

Menaksir Tinggi
Tehnik Menaksir Tinggi

Metode yang dipergunakan dalam menaksir tinggi ada bermacam-macam sesuai dengan kondisi yang ada. Untuk metode penaksiran tinggi dapat diberikan sebagai berikut :

1.                  Metode kesebandingan Setigiga

Kelebihan

Kekurangan
Tidak Bergantung cuaca

Bisa d terapkan dimanapun kapanpun

Susah membuat kondisi agar kondisi di lapangan sama dengang kondisi d sesuai gambar segitiga tersebut

2.                  Metode Segitiga pada bayangan
  

Kelebihan

Kekurangan
Mudah di terapkan dilapangan

Hanya berlaku pada cuaca cerah or ada matahari

3.                  Metode Trigonometri
  

Kelebihan

Kekurangan
Mudah di terapkan dilapangan

Tidak bergantung cuaca

Hasil paling akurat d banding yg laen

Kudu membuat kinometer

Butuh matematika yg agak rumit dikit buat ukuran anak SMP
Materi menaksir Ketinggian dan menaksir kecepatan sera menaksir lebar pada materi pramuka siaga,penggalang, penegak pasti selalu muncul, entah itu menaksir tinggi pohon dan tiang listrik atau menaksir kecepatan arus sungai.

Pada dasaranya Menaksir itu sama dengan mengira-ngira atau menebak. Dalam hasil penaksiran tentunya tidak seratus persen akurat maka jika hasil penaksiran berbeda sedikit dengan kenyataan sebenarnya dengan batas tertentu atau disebut (toleransi) sudah dianggap baik/benar.

Sebagai contoh misalnya kita akan Menaksir Lebar sebuah Sungai

Dengan cara perbandingan

Cari dan tetapkan sebuah titik A diseberang sungai bisa berupa pohon/batu

Tetapkan posisi tempat kita berdiri sebagai titk B

Ambilah titik C dengan cara berjalanlah ke kiri/sisi sungai sejauh 10m,

Dari titik C jalan terus  sejauh 5m  (setengah dari jarak BC) dan itu adalah titik D.

Dari titik D tersebut kita jalan menjauhi sungai dengan pandangan melihat ke samping.sampai melihat titik C dan A tepat satu garis. ini= titik E.

Dengan demikian dapat kita tetapkan rumus jarak lebar sungai adalah 2XDE

Menaksir Tinggi      

a.          Menaksir Tinggi Pohon

1.       Berjalanlah dari pohon(A) sejauh 11m, jadikan sebagai titik  B

2.       Di titik B, berdiri seorang temanmu (diam) dengan sebatang Tongkat. Lalu kita maju 1m ke titik C.

3.       Di titik C, kita bertiarap dan intai ujung atas pohon melalui Sisi tongkat. Perhatikan tinggi pohon terletak dimana pada Tongkat. Sebut itu titik D tinggi pohon adalah titik E

4.       Maka tinggi pohon (AE) adalah 12 x BD.

5.       Rumus tingginya AE = 12 BD

b.          Menaksir Tinggi Tiang Listrik / bendera

1.       Tinggi Tongkat (AB) missal adalah 160cm

2.       Tinggi tiang listrik dimisalkan CD

3.       Banyangan tongkat misalkan 20cm. jadi perbandingan 20 : 160 = 1: 8

4.       Jika panjang bayangan tiang listrik di tanah 80cm,menaksir tinggi tiang dengan cara mengalikanya dengan skala perbandingan tongkat

Tinggi Tiang = 80cm x 8 = 640cm = 6,4m

Menaksir Kecepatan   Arus Sungai

a.   Kita tentukan 2 titik di tepi sungai / selokan, sebut saja titik A dan B

b.   Jaraknya jangan terlalu jauh, 2m,5m, atau 10m (usahakan mencari lintasan air yang lurus, tidak banyak rintangan)

c.   Lalu di titik A kita hanyutkan benda yang ringan dan mengapung, benda akan terbawa arus ke B.

d.   Hitung waktu dari mulai titik A sampai benda itu sampai ke titik B.

RUMUS Kecepatan Arus adalah V = Jarak / waktu jarak 10m, waktu tempuhnya 4,5 detik.

        Kecepatan arus adalah = 10m : 4,5detik = 22m/dtk.

Outbond

Maksud dan Tujuan Mengasah sifat-sifat baik dari masing-masing pribadi sehingga lebih mengenal diri sendiri yang dengan demikian dapat lebih peka terhadap lingkungan sekitar dia berada. * Dengan berada di alam bebas, diharapkan peserta management outbound dapat melupakan sejenak ketegangan yang disebabkan oleh rutinitas kesehariaannya sehingga peserta permainan outbound di Taman Wisata Matahari dapat lebih segar ketika kembali dalam aktivitasnya. * Meningkatkan rasa kebersamaan dalam lingkup team outbound training maupun masyarakat. * Menggali potensi individu agar dapat mengembangkan kemampuan pribadinya melalui tantangan-tantangan mental dan fisik saat outbound, sehingga selalu lebih siap untuk menghadapi apapun tantangan yang akan dihadapi.  MATERI PELATIHAN (Outbond Management Training) 1. Ice Breaking Memecahkan suasana yang kaku, dalam session ini para peserta management outbound di Taman Wisata Matahari diharapkan lebih mengenal antara peserta permainan outbound satu dengan yang lainnya.  2. Communication Peserta outbound training akan dikondisikan dalam situasi permainan-permainan yang menarik, tidak membosankan. Berkomunikasi, membangkitkan rasa percaya terhadap rekan dalam kelompoknya.  3. Team Building Peserta outbound diarahkan menjadi Team Player yang handal. Saling mendukung, kerjasama, pentingnya komunikasi dan membangun suatu tim yang kompak adalah tujuan dari pelatihan ini.  4. Problem Solving Peserta mampu mengenali masalah yang ada serta prioritas penyelesaiannya, serta mampu memilih informasi yang relevan dan membuat analisis serta keputusan untuk menemukan sebab timbulnya persoalan secara lebih terarah.  5. Competition Games Menjadi pemenang diantara pesain-pesaing (kelompok lain), dengan mengatur strategi dan mengoptimalkan segala kemampuan baik individu maupun kemampuan kelompok

Advertisements